Logo Syauqi Soeratno Landscape no background

DPD RI Panen Bawang Merah di Nglipar Gunungkidul Dukung Ketahanan Pangan

Syauqi Soeratno Panen Bawang di Gunungkidul

Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani lokal,
empat anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY) melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri kegiatan panen raya bawang
merah bersama masyarakat Dusun Klayar, Desa Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Kabupaten
Gunungkidul, pada Senin, 16 Juni 2025.

Mengangkat tema “Ketahanan Pangan: Panen Bawang Merah Bersama Masyarakat Nglipar
Gunungkidul,” kegiatan ini dimulai dengan panen raya di lahan pertanian bawang merah yang
menjadi hasil kerja keras kelompok tani setempat. Momentum ini tidak hanya menjadi simbol
keberhasilan musim tanam, tetapi juga pengakuan atas kontribusi sektor pertanian dalam menjaga
stabilitas pangan daerah.

Setelah prosesi panen, kegiatan dilanjutkan dengan agenda reses yang menghadirkan empat
anggota DPD RI DIY secara lengkap, yakni Gusti Kanjeng Ratu Hemas, R.A. Yashinta Sekarwangi
Mega, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., dan Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. Dalam sesi ini,
para senator menyampaikan pemaparan terkait agenda strategis DPD RI, utamanya dalam
memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal, memperjuangkan hak-hak petani, serta
mendorong sinergi kebijakan antara pusat dan daerah.

Dalam pemaparannya, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno menekankan bahwa mewujudkan ketahanan
pangan sejati perlu mengacu pada tiga elemen utama sebagaimana didefinisikan oleh Food and
Agriculture Organization (FAO). Pertama adalah ketersediaan pangan yang mencukupi secara
kuantitas, kedua adalah kestabilan pasokan tanpa terganggu fluktuasi musim, dan ketiga adalah
kemudahan akses masyarakat terhadap bahan pangan. Ia menggarisbawahi bahwa dari laporan
yang disampaikan oleh Camat Nglipar mengenai hasil panen bawang merah seluas 1 hektare yang
mencapai 30 ton dengan harga pasar sekitar Rp40.000 per kilogram, hal tersebut menjadi indikator
kuat bahwa wilayah Gunungkidul, khususnya Desa Kedungpoh, memiliki kapasitas nyata untuk
mewujudkan ketahanan pangan daerah.

Masyarakat yang hadir dalam forum reses diberikan ruang untuk menyampaikan tanggapan,
keluhan, dan aspirasi secara langsung kepada para anggota DPD RI. Dialog ini berlangsung hangat
dan terbuka, mencerminkan semangat partisipatif dan keterlibatan warga dalam proses
pembangunan.

Hadir pula dalam kegiatan ini sejumlah tamu undangan dari lintas instansi dan lembaga daerah. Di
antaranya Wakil Bupati Gunungkidul, Bapak Joko Parwoto, S.E., M.M., Kepala Dinas Pertanian
dan Ketahanan Pangan DIY, Ibu Ir. Syam Arjayanti, M.P.A., serta Kepala Dinas Pemberdayaan
Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY, Bapak KPH. Yudanegara,
Ph.D. Kehadiran Paniradya Pati Kaistimewan, Bapak Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si., dan Kapolres
Gunungkidul, Ibu AKBP Miharni Hanapi, S.I.K., M.M., juga menandai dukungan luas lintas sektor
terhadap inisiatif ini.

Turut hadir pula Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bapak Rismiyadi,
S.P., M.Si., Deputi Perwakilan Bank Indonesia DIY, Bapak Hermanto, Manajer ULP PLN
Wonosari, Bapak Irwin Julian Wachyudin, serta perwakilan dari Politeknik Pembangunan
Pertanian Yogyakarta Magelang, Polres Gunungkidul, dan Danramil Nglipar, Bapak Kapten
Redani.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari langkah-langkah konkret dalam memperkuat ketahanan
pangan berbasis komunitas, memperluas akses dan dukungan bagi petani, serta menciptakan ruang
dialog yang sehat antara wakil daerah dan masyarakat. Sinergi antara DPD RI, pemerintah daerah,
dan masyarakat lokal menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang
berkeadilan dan berkelanjutan. ***

Bagikan

Berita lainnya
Scroll to Top