SLEMAN (Warta SQ) – Menjadi bagian dari masyarakat berarti menuntut seseorang untuk bisa hidup bersama dalam suatu komunitas masyarakat. Seseorang harus mampu hidup berdampingan di tengah-tengah keberagaman tanpa membeda-bedakan latar belakang. Hal itu disampaikan oleh Anggota DPD RI perwakilan DIY Ahmad Syauqi Soeratno saat menggelar sosialisasi 4 pilar berbangsa dan bernegara pada hari Minggu (08/02).
Mengambil tempat di Ruang Pertemuan Restoran Sego Welut Godean kabupaten Sleman, Syauqi mengingatkan kepada para peserta yang hadir agar selalu mengedepankan sikap tenggang rasa dan musyawarah mufakat pada setiap lini kehidupan.
“Dalam berinteraksi sosial, seseorang wajib menghargai pendapat dan menjunjung tinggi nilai persatuan,” ucap Syauqi.
Menurut Syauqi, Pancasila adalah ikatan yang mempersatukan masyarakat Indonesia menjadi satu kesatuan. Apabila ikatan dalam masyarakat tersebut tercerai berai akibat sikap ingin menang sendiri dan mengedepankan ego pribadi maka visi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia akan sulit tercapai.
“Cita-cita yang terkandung pada sila kelima pancasila dapat tercapai apabila kita mau untuk terus menginternasilisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam keempat sila awal pancasila; Ketuhanan yang maha esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan Kerakyatan oleh Hikmah Kebijaksanaan oleh Hikmah Permusyawaratan Perwakilan” tambah Syauqi.
Syauqi mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terganggu dan tergoda dengan paham-paham baru yang datang dari luar. Tidak semua hal yang berasal dari luar baik untuk diterapkan. Ada baiknya semua itu disaring kembali dengan nilai-nilai yang ada dalam Pancasila. Ia menegaskan, “Tugas kita mengembalikan Pancasila seperti yang dicita-citakan para pendahulu dengan nilai-nilai agama sebagai sila pertama yang menjadi dasar bagi sila yang lain dan sila kelima sebagai tujuan dalam hidup berbangsa.” ^^


