YOGYAKARTA (Warta SQ) – Anggota DPD RI Perwakilan DIY Ahmad Syauqi Soeratno menggelar Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa Bernegara pada hari Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan sosialisasi ini menggandeng Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) se-DIY untuk hadir bersama-sama meneguhkan visi kebangsaan.
Mengambil tempat di Aula Kantor DPD RI Perwakilan DIY, Syauqi mengajak segenap anggota KOKAM kader Pemuda Muhammadiyah untuk terlibat secara aktif menegakkan kedaulatan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). NKRI dapat berdaulat apabila segenap warga masyarakatnya menjadikan Pancasila sebagai dasar dan pedoman dalam setiap gerak hidupnya.
Syauqi menilai, apabila Pancasila digunakan sebagai dasar dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, maka nilai-nilai yang terkandung seperti kebenaran, keadilan, kemanusiaan, kesetaraan, dan kebersamaan dapat dicapai.
“Anggota KOKAM harus memiliki pemahaman akan Pancasila secara utuh dan menyeluruh. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya diinternalisasi menjadi bagian dari kepribadian kita.” ajak Syauqi.
Syauqi menyebutkan bahwa sila pertama Pancasila yang berbunyi ‘Ketuhanan yang Maha Esa’ menjadi dasar pedoman bagi setiap warga negara dalam hidup berbangsa dan bernegara. “Sila pertama mengisyaratkan kepada kita bahwa negara ini menjadikan nilai agama sebagai pedoman sekaligus kompas moral bagi masing-masing pemeluknya. Nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh tiap agama mengajarkan kita agar selalu menaati perintahNya dan menjauhi laranganNya,” sambung Syauqi.
Syauqi juga mengingatkan kembali akan sila kelima pada Pancasila. Sila yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh masyarakat” bermakna bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki hak yang sama di mata hukum dan berhak mendapatkan perlakuan yang adil tanpa membeda-bedakan latar belakang.
“Sila kelima ini mensyaratkan kepada siapapun bahwa semuanya sama di mata hukum. Tidak ada yang diistimewakan. Maka, tugas kita sebagai bagian dari masyarakat sipil turut berpartisipasi aktif menjaga ketertiban umum,” ujar Syauqi.
Dalam konteks ketertiban umum, anggota KOKAM diminta untuk terlibat aktif menjaga ketertiban di masyarakat. Organisasi masyarakat seperti KOKAM merupakan pilar penting yang turut menjaga keseimbangan kekuasaan dengan menjadi mitra strategis dalam mengawal berbagai kebijakan. “Semangat Amar ma’ruf nahi munkar menjadi spirit KOKAM dalam mengawal berbagai kebijakan yang bersinggungan dengan masyarakat. KOKAM menjadi penyeimbang agar ketentraman dan ketertiban di masyarakat tetap terjaga dari bahaya penyakit sosial seperti judi, pinjol, dan minuman keras,”
Menutup acara, Syauqi mengajak untuk kembali menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Sila kelima Pancasila dapat menjadi pedoman dalam mewujudkan ketertiban umum. Dengan memahami makna dan nilai-nilainya, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, cita-cita luhur ‘Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ bukan hanya menjadi semboyan, tetapi kenyataan yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. ^^


